Sabtu, 08 September 2012

MENGUBAH PARADIGMA BERZAKAT


Masyarakat muslim di indonesia seolah berlomba lomba hanya mengejar pahala berlipat di bulan ramadhan,sehingga membayarkan zakatnya pd bln tersebut.Padahal,zakat yg di wajibkan pd bln ramadha, hanya zakat fitrah,sedang zakat mal,tdak ada kterangan harus di keluarkan pd bulan ramadhan sprti zakat hasil bumi,zakat perhiasan,atau uang simpanan yg di keluarkan setahun sekali.Padahal budaya tersebut selain kurang senafas dgn roh islam,juga secara sosial berimplikasi tertahannya hak fakir miskin di kantong2 muzakki,serta memaksa fakir miskin menahan lapar selama 11 lainnya di luar bln ramadhan.
Pada akhirnya,pada setiap tahun kita melihat zakat ramai di keluarkan dan setiap tahun pula kemiskinan di negeri ini bertambah.Saat ini para amil zakat profesional langsung terjun ke masyarakat,berbicara dgn bahasa mereka,lewat hti nurani yg bersih,tanpa manipulasi,tanpa kepentingan politis tertentu.

KESERIUSAN PEMERINTAH
Sekeras apapun lembaga zakat berupaya mengentaskan kemiskinan dgn berbagai programnya,akan sangat sulit untuk merealisasikannya jika tdak ada keseriusan dr pemerintah.Aktivis lembaga zakat hanyalah penggiat sosial yg berjuang pd tataran bawah,sementara kemiskinan d negeri ini mayoritas kemiskinan struktural akibat kebijakan pemerintah.
Pemerintah sudah seharusnya lebih serius menjadikan zakat sebagai sebuah instrumen negara.Ketika zakat menjadi instrumen negara,posisinya bs sebanding dengan pajak yg bisa di paksakan pada mereka yg layak untuk mengeluarkannya.Padahal kalau misal pemerintah serius,potensi zakat indonesia yg mencapai Rp 19 triliun per tahun bisa menjadi kekuatan utama dalam program pengentasan kemiskinan dan pembangunan kemandirian bangsa.
Pemerintah hendaknya juga menghentikan aksi aksi charity yg bersifat konsumtif,normatif,dan hanya sekedar formalitas.Seperti yg di perlihatkan oleh kebijakan penyaluran BLT yg hanya melahirkan masyarakt yg berlomba lomba menjadi miskin.
SOLUSI
Ada beberapa solusi yg bs di tawarkan sebagai pembangkit tumbuhnya peradaban zakat indonesia dan efektif mampu membangun kemandirian.
pertama;ubah paradigma berzakat masyarakat.Bahwa zakat tdk di tunaikan pd bulan ramadhan saja.
kedua;amandemen uu no.38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat.Dalam uu tersbut,posisi lembaga pengelolaan zakat masih tumpang tindih,karna tidak jelasnya lembaga yg memiliki fungsi pengawasa, regulator,dan pengelolaan.Selain itu, dlm uu tersebut jg selayaknya ada klausal yg lebih tegas menyatakan bahwa zakat bs mengurangi pajak,bukan mengurangi penghasilan kena pajak seperti yg berlaku sekarang.
ketiga;jadikan zakat sebagai instrumen negara.Pemerintah bisa membentuk kementerian zakat,yg merupakan kementrian non-departemen.atau kalau tidak minimal membentuk setingkat ditjen zakat yg berada di bawah departemen keuangan.dengan demikian,program pengentasan kemiskinan dengan konsep zakat produktif bisa menjadi bagian yang utuh dari program pemerintah.sehingga bisa menjadi kekuatan yg lebih signifikan dalam mengurangi angka kemiskinan.instrumen zakat dalam negara ini harus di isi dengan orang2 yg bersih,jujur,dan amanah.
Zakat tak hanya sebuah ibadah mahdloh yg di wajibkan bagi orang orang islam,namun peruntukkannya tentu saja bagi kepentingan seluruh masyarakat tanpa melihat perbedaan warna kulit,ras bahkan agama.Zakat merupakansebuah persembahan dari umat islam untuk kemaslahatan bangsa dan negara indonesia.wallahu'lam(dari berbagai sumber).

Jumat, 07 September 2012

KOTA PATI


Kabupaten Pati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Pati
Lambang Kabupaten Pati.jpg
Lambang Kabupaten Pati
MottoPati Bumi Mina Tani

Locator kabupaten pati.png
Peta lokasi Kabupaten Pati
Koordinat: 6°44'56,80" LS 111°02'06,96" BT Elevasi 60ft
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUU No. 13/1950
Ibu kotaPati
Pemerintahan
 - BupatiH.Tasiman, SH
 - DAURp. 692.522.880.000,-(2011)[1]
Luas1.419,07 km2
Populasi
 - Total1.189.000 jiwa (2003)
 - Kepadatan837,87 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsaJawa
 - AgamaIslamKejawenKonghucu, dll
 - BahasaIndonesiaJawa
 - Zona waktuWIB
 - Kode area telepon0295
Pembagian administratif
 - Kecamatan21
 - Kelurahan405
 - Flora resmi ???
 - Fauna resmiBandeng Juwana
 - Situs webhttp://www.patikab.go.id/
Kabupaten Pati, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Pati. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Rembang di timur, Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan di selatan, serta Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara di barat.berikut ni adalah sebagian kecil mengenai kota PATI.

Sejarah Pati

Sejarah Kabupaten Pati berpangkal tolak dari beberapa gambar yang terdapat pada Lambang Daerah Kabupaten Pati yang sudah disahkan dalam Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1971 yaitu Gambar yang berupa: "keris rambut pinutung dan kuluk kanigara".
Menurut cerita rakyat dari mulut ke mulut yang terdapat juga pada kitabBabat Pati dan kitab Babat lainnya dua pusaka yaitu "keris rambut pinutung dan kuluk kanigara" merupakan lambang kekuasan dan kekuatan yang juga merupakan simbul kesatuan dan persatuan.
Barangsiapa yang memiliki dua pusaka tersebut, akan mampu menguasai dan berkuasa memerintah di Pulau Jawa. Adapun yang memiliki dua pusaka tersebut adalah Raden Sukmayana penggede Majasemi andalan Kadipaten Carangsoka.

[sunting]Kevakuman Pemerintahan di Pulau Jawa

Menjelang akhir abad ke XIII sekitar tahun 1292 Masehi di Pulau Jawa vakum penguasa pemerintahan yang berwibawa. Kerajaan Pajajaran mulai runtuh, Kerajaan Singasari surut, sedang Kerajaan Majapahit belum berdiri.
Di Pantai utara Pulau Jawa Tengah sekitar Gunung Muria bagian Timur muncul penguasa lokal yang mengangkat dirinya sebagaiadipati, wilayah kekuasaannya disebut kadipaten.
Ada dua penguasa lokal di wilayah itu yaitu. 1. Penguasa Kadipaten Paranggaruda, Adipatinya bernama Yudhapati, wilayah kekuasaannya meliputi sungai Juwana ke selatan, sampai pegunungan Gamping Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan. Mempunyai putra bernama Raden Jasari. 2. Penguasa Kadipaten Carangsoka, Adipatinya bernama: Puspa Andungjaya, wilayah kekuasaannya meliputi utara sungai Juwana sampai pantai Utara Jawa Tengah bagian timur. Adipati Carangsokamempunyai seorang putri bernama Rara Rayungwulan

[sunting]Kadipaten Carangsoka dan Paranggaruda Berbesanan

Kedua Kadipaten tersebut hidup rukun dan damai, saling menghormati dan saling menghargai untuk melestarikan kerukunan dan memperkuat tali persaudaraan, Kedua adipati tersebut bersepakat untuk mengawinkan putra dan putrinya itu. Utusan Adipati Paranggaruda untuk meminang Rara Rayungwulan telah diterima, namun calon mempelai putri minta bebana agar pada saat pahargyan boja wiwaha daup (resepsi) dimeriahkan dengan pagelaran wayang dengan dalang kondang yang bernama "Sapanyana".
Untuk memenuhi bebana itu, Adipati Paranggaruda menugaskan penggede kemaguhan bernama Yuyurumpung agul-agul Paranggaruda. Sebelum melaksanakan tugasnya, lebih dulu Yuyurumpung berniat melumpuhkan kewibawaan Kadipaten Carangsoka dengan cara menguasai dua pusaka milik Sukmayana di Majasemi. Dengan bantuan uSondong Majerukn kedua pusaka itu dapat dicurinya namun sebelum dua pusaka itu diserahkan kepada Yuyurumpung, dapat direbut kembali oleh Sondong Makerti dari Wedari. Bahkan Sondong Majeruk tewas dalam perkelahian dengan Sondong Makerti. Dan Pusaka itu diserahkan kembali kepada Raden Sukmayana. Usaha Yuyurumpung untuk menguasai dan memiliki dua pusaka itu gagal.
Walaupun demikian Yuyurumpung tetap melanjutkan tugasnya untuk mencari Dalang Sapanyana agar perkawinan putra Adipati Paranggaruda tidak mangalami kegagalan (berhasil dengan baik).
Pada Malam pahargyan bojana wiwaha (resepsi) perkawinaan dapat diselenggarakan di Kadipaten Carangsoka dengan Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Dalang Sapanyana. Di luar dugaan pahargyan baru saja dimulai, tiba-tiba mempelai putri meninggalkan kursi pelaminan menuju ke panggung dan seterusnya melarikan diri bersama Dalang Sapanyana. Pahargyan perkawinan antara " Raden Jasari " dan " Rara Rayungwulan " gagal total.
Adipati Yudhapati merasa dipermalukan, emosi tak dapat dikendalikan lagi. Sekaligus menyatakan permusuhan terhadap Adipati Carangsoka. Dan peperangan tidak dapat dielakkan. Raden Sukmayana dari Kadipaten Carangsoka mempimpin prajurit Carangsoka, mengalami luka parah dan kemudian wafat. Raden Kembangjaya (adik kandung Raden Sukmayana) meneruskan peperangan. Dengan dibantu oleh Dalang Sapanyana, dan yang menggunakan kedua pusaka itu dapat menghancurkan prajurit Paranggaruda. Adipati Paranggaruda, Yudhapati dan putera lelakinya gugur dalam palagan membela kehormatan dan gengsinya.
Oleh Adipati Carangsoka, karena jasanya Raden Kembangjaya dikawinkan dengan Rara Rayungwulan kemudian diangkat menjadi pengganti Carangsoka. Sedang dalang Sapanyana diangkat menjadi patihnya dengan nama " Singasari ".

[sunting]Kadipaten Pesantenan

Untuk mengatur pemerintahan yang semakin luas wilayahnya ke bagian selatan, Adipati Raden Kembangjaya memindahkan pusat pemerintahannya dari Carangsoka ke Desa Kemiri dengan mengganti nama " Kadipaten Pesantenan dengan gelar " Adipati Jayakusuma di Pesantenan.
Adipati Jayakusuma hanya mempunyai seorang putra tunggal yaitu " Raden Tambra ". Setelah ayahnya wafat, Raden Tambradiangkat menjadi Adipati Pesantenan, dengan gelar " Adipati Tambranegara ". Dalam menjalankan tugas pemerintahan Adipati Tambranegara bertindak arif dan bijaksana. Menjadi songsong agung yang sangat memperhatikan nasib rakyatnya, serta menjadi pengayom bagi hamba sahayanya. Kehidupan rakyatnya penuh dengan kerukunan, kedamaian, ketenangan dan kesejahteraannya semakin meningkat.

[sunting]Kabupaten Pati

Untuk dapat mengembangkan pembangunan dan memajukan pemerintahan di wilayahnya Adipati Raden Tambranegaramemindahkan pusat pemerintahan Kadipaten Pesantenan yang semula berada di desa Kemiri menuju ke arah barat yaitu, di desa Kaborongan, dan mengganti nama Kadipaten Pesantenan menjadi Kadipaten Pati.
Dalam prasasti Tuhannaru, yang diketemukan di desa Sidateka, wilayah Kabupaten Majakerta yang tersimpan di musium Trowulan. Prasasti itu terdapat pada delapan Lempengan Baja, dan bertuliskan huruf Jawa kuna. Pada lempengan yang keempat antara lain berbunyi bahwa : ..... Raja Majapahit, Raden Jayanegara menambah gelarnya dengan Abhiseka Wiralanda Gopala pada tanggal 13 Desember 1323 M. Dengan patihnya yang setia dan berani bernama Dyah Malayuda dengan gelar "Rakai", Pada saat pengumuman itu bersamaan dengan pisuwanan agung yang dihadiri dari Kadipaten pantai utara Jawa Tengah bagian Timur termasuk Raden Tambranegara berada di dalamnya.

[sunting]Pati Bagian dari Majapahit

Raja Jayanegara dari Majapahit mengakui wilayah kekuasaan para Adipati itu dengan memberi status sebagai tanah predikan, dengan syarat bahwa para Adipati itu setiap tahun harus menyerahkan Upeti berupa bunga.
Bahwa Adipati Raden Tambranegara juga hadir dalam pisuwanan agung di Majapahit itu terdapat juga dalam Kitab Babad Pati, yang disusun oleh K.M. Sosrosumarto dan S.Dibyasudira, diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1980. Halaman 34, Pupuh Dandanggula pada : 12 yang lengkapnya berbunyi : ..... Tan alami pajajaran kendhih, keratonnya ing tanah Jawa angalih Majapahite, ingkang jumeneng ratu, Brawijaya ingkang kapih kalih, ya Jaka Pekik wasta, putra Jaka Suruh, Kyai Ageng Pathi namaRaden Tambranegara sumewa maring Keraton Majalengka.
Artinya Tidak lama kemudian Kerajaan Pajajaran kalah, Kerajaan Tanah Jawa lalu pindah ke Majapahit, adapun yang menjadi rajanya adalah Brawijaya II, yaitu Jaka Pekik namanya, putranya Jaka Suruh. Pada waktu itu Kyai Ageng Pati, yang bernamaTambranegara menghadap ke Majalengka, yaitu Majapahit.
Berdasarkan hal tersebut, jelaslah bahwa Raden Tambranegara Adipati Pati turut serta hadir dalam pisowanan agung di Majapahit. Pisowanan agung yang dihadiri oleh Raden Tambranegara ke Majapahit pada tanggal 13 Desember 1323, maka diperkirakan bahwa pindahnya Kadipaten Pesantenan dari Desa Kemiri ke Desa Kaborongan dan menjadi Kabupaten Pati itu pada bulan Juli dan Agustus 1323 M (Masehi). Ada tiga tanggal yang baik pada bulan Juli dan Agustus 1323 yaitu : 3 Juli7 Agustus dan 14 Agustus1323.

[sunting]Hari Jadi Pati

Kemudian diadakan seminar pada tanggal 28 September 1993 di Pendopo Kabupaten Pati yang dihadiri oleh para perwakilan lapisan masyarakat Kabupaten Pati, para guru sejarah SMA se Kabupaten Pati, Konsultan, Dosen Fakultas Sastra dan Sejarah UNDIP Semarang, secara musyawarah dan sepakat memutuskan bahwa pada tanggal 7 Agustus 1323 sebagai hari kepindahanKadipaten Pesantenan di Desa Kemiri ke Desa Kaborongan menjadi Kabupaten Pati.
Tanggai 7 Agustus 1323 sebagai HARI JADI KABUPATEN PATI telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor : 2/1994 tanggal 31 Mei 1994, sehingga menjadi momentum Hari Jadi Kabupaten Pati dengan surya sengkala " KRIDANE PANEMBAH GEBYARING BUMI " yang bermakna " Dengan bekerja keras dan penuh do'a kita gali Bumi Pati untuk meningkatkan kesejahteraan lahiriah dan batiniah ". Untuk itu maka setiap tanggal 7 Agustus 1323 yang ditetapkan dan diperingati sebagai "Hari Jadi Kabupaten Pati".

[sunting]Geografi

Sebagian besar wilayah Kabupaten Pati adalah dataran rendah. Bagian selatan (perbatasan dengan Kabupaten Grobogan danKabupaten Blora) terdapat rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Bagian barat laut (perbatasan dengan Kabupaten Kudus danKabupaten Jepara) berupa perbukitan. Sungai terbesar adalah Sungai Juwana, yang bermuara di daerah Juwana.
Ibukota Kabupaten Pati terletak tengah-tengah wilayah Kabupaten, berada di jalur pantura Semarang-Surabaya, sekitar 75 kmsebelah timur Semarang. Jalur ini merupakan jalur ramai yang menunjukkan diri sebagai jalur transit. Kelemahan terbesar dari jalur ini adalah kecilnya jalan, hanya memuat dua jalur, sehingga untuk berpapasan cukup sulit.
Terdapat sungai besar yaitu Sungai Juwana. Saat musim penghujan sudah terbiasa sungai ini meluap, sehingga pemerintah Jawa Tengah membentuk lembaga yang berfungsi menanggulangi banjir yang bernama Jatrunseluna.

[sunting]Pembagian administratif

Kabupaten Pati terdiri atas 21 kecamatan, yang dibagi lagi atas 400 desa dan 5 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pati.
Kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Juwana dan Tayu, keduanya merupakan kota pelabuhan yang berada di pesisir Laut Jawa, juga Kecamatan Winong.
Slogan: Pati Bumi Mina Tani.
Diharapkan Pati menjadi daerah sentra perikanan dan pertanian di Indonesia.

[sunting]Tokoh-tokoh dari Pati

  1. KH. Sahal Mahfudz
  2. Bp Soelaiman Dwijosoekarto atau Mbah Leman. Beliau adalah Pencipta lambang daerah kabupaten Pati
  3. KH. Abdullah Salam
  4. Hj. Fatimatuzzahro
  5. Ismail Saleh
  6. Sukawi Sutarip
  7. Kwik Kian Gie
  8. M. Soegijono atau pak Giek, yang mendirikan SMP Rondole ditahun 1943, lalu ganti nama menjadi SMP N 1 Pati.
  9. KH.Muhammad Yuda
  10. Drs. H. Imam Suroso, MM ( Pengusaha, Politikus )
  11. Anis Sholeh Ba'asyin (Budayawan)
  12. H. Muhammad Zuhri (Budayawan)

[sunting]Pariwisata

Mesjid Pati di tahun 1930-an
Air Terjun Tadah Hujan
Pintu masuk kolam renang dan kolam pemancingan

[sunting]wisata Alam

[sunting]Wisata Sejarah

[sunting]Wisata Keluarga

[sunting]Wisata Religi

  • Makam Mbah Tabek Merto, di Desa Kajen
  • Makam Saridin (Syeh Jangkung), di Desa Kajen
  • Makam Mbah Ahmad Mutamakkin dan Mbah Ronggo Kusumo, di Desa Kajen

[sunting]Rupa-Rupa

[sunting]Makanan Khas

Makanan khas kabupaten Pati, yaitu:
Add caption

[sunting]Minuman

Minuman khas kabupaten Pati, yaitu:

[sunting]Oleh-Oleh

Oleh-oleh khas kabupaten Pati, yaitu:

[sunting]Potensi

Selain terkenal dengan Bandeng Prestonya, Pati adalah salah satu dari dua kabupaten penghasil buah Manggis terbesar di Jawa Tengah selain Cilacap.

[sunting]Tentang Pati

  • Kota Pati dikenal dengan sebutan Kota Pensiunan, karena kotanya sebagian dihuni oleh para pesiunan atau purnawirawan yang lahir atau dibesarkan di kota ini, sedang para pemudanya memilih mencari kerja di tempat lain atau merantau ke luar negeri sebagai TKI/TKW, karena minimnya industri di kota ini.
  • Referensi

    1. ^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 17 Februari 2011. Diakses pada 23 Mei 2011.